Senin, 28 Desember 2015

Cinta, Realita, dan Rasional

Orang bilang cinta tidak memandang materi.
Orang bilang cinta tidak memandang siapa keluarga dan dia berasal.
Orang bilang cinta tidak memandang siapa kaya dan siapa miskin.
Dan orang bilang juga cinta tidak memandang derajat.

Aku disini tersadar bahwa itu hanya sebuah kalimat penyemangat.
Hanya penyemangat orang-orang yang sama sepertiku.
Pada realitanya tidak sama seperti apa yang ada pada kalimat itu.
Realita dan rasional tidak bisa disamakan.

Aku sekarang sadar bahwa kita tidak bisa bersatu.
Karena perbedaan dari mana kita berasal.
Kamu orang yang berada sedangkan aku orang yang tak punya.
Semua kembali kepada derajat kita masing-masing

Tulisan ini bukan sebuah tulisan pesimis.
Namun tulisan ini hanya untuk menyadarkan orang-orang yang sama seperti diriku diluar sana.
Dan tulisan ini bukan tulisan pembanding.
Namun tulisan ini merupakan tulisan yang menyadarkan bahwa rasional dan realita tidak bisa disamakan.


Jumat, 06 November 2015

Bobroknya Pers diIndonesia



Kita semua sadar media massa sekarang ini sudah tidak ada yang netral. Semua media massa memiliki kepentingan politiknya masing-masing. Padahal media massa harus bersifat netral sesuai dengan bunyi undang undang Republik Indonesia nomor 32 tahun 2002, pasal 14 ayat 1 yang berbunyi:

Lembaga Penyiaran Publik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (2) huruf a adalah lembaga penyiaran yang berbentuk badan hukum yang didirikan oleh negara, bersifat independen, netral, tidak komersial, dan berfungsi memberikan layanan untuk kepentingan masyarakat. 

Jelas didalam undang undang tersebut menyebut yaitu semua lembaga media massa harus bersifat netral, tidak komersial, dan berfungsi untuk kepentingan masyarakat bukan berfungsi untuk membodohi masyarakat.

Tetapi pada realita yang ada di negara kita yaitu sudah tidak ada lagi media massa/lembaga penyiaran publik yang bersifat netral. Hampir semua lembaga lembaga penyiaran publik berdiri berdasarkan kepentingan politik. Sehingga pada sekarang ini semua lembaga penyiaran publik menyebarkan issue issue yang belum tentu kebenarannya yang bertujuan untuk menjatuhkan lawan politiknya.

Disini secara tidak langsung masyarakat yang menjadi korbannya. Masyarakat banyak dibodohi dengan issue issue yang belom tentu tentang kebenarannya.

Kita sebagai masyarakat harus berperan aktif dalam fenomena ini. Kita sebagai masyarakat harus turut berpikir dalam fenomena ini. Kita harus cerdas dalam menanggapi issue issue yang diberitakan oleh media media massa. Kita sebagai masyarakat jangan hanya mengkritik pemerintah namun kita harus mendukung pemerintah akibat fenomena ini. Kita harus berpikir kritis dalam menerima berita berita yang diberikan oleh media massa.

Dan juga semestinya pemerintah bekerja makin aktif dalam menangani fenomena fenomena ini dan bersikap tegas. Apa salahnya apabila ada salah satu media massa masih tidak bersifat netral pemerintah langsung memboikot perusahaan media massa tersebut. Jangan karena kepentingan kepentingan atau karena sogokan sogokan dengan sedikit uang mesyarakat Indonesia terus dibodohi oleh berita berita yang belum pasti kebenarannya. Karena hal ini dapat merugikan negara, dan pemerintah.