Kamis, 18 Februari 2016

Dimanakah Kaum Intelek Yang Bernama Mahasiswa?



Apa yang terpikir oleh kalian tentang mahasiswa?
Mungkin untuk orang awam mahasiswa adalah sesosok kaum intelek yang mempunyai sifat idealis, dan selalu membantu rakyat untuk mengaspirasikan kepentingan rakyat. Ya itu semua benar namun bukan waktu yang sekarang. Pada kenyataannya mahasiswa sekarang adalah kaum hedonis yang selalu menghambur hamburkan uang untuk kenikmatan sesaat, dan mempunyai sifat acuh atau pura pura bodoh akan keadaan sekitar.

Fenomena mahasiswa saat ini sangat menghawatirkan. Mereka hanya berpikir bagaimana mereka bisa menikmati hidup hari ini, bagaimana kelak mereka bisa lulus dengan nilai yang baik, dan bagaimana kelak mereka bisa mendapat pekerjaan yang diidam idamkan dengan menggunakan selembar kertas.

Saya pernah bertanya-tanya didalam hati. Dimanakah sesosok pemuda dan pemudi yang bernama MAHASISWA itu? Kaum intelek yang selalu memperjuangkan kepentingan rakyat banyak. Yang pernah saya saksikan di media media massa pada saat tahun 1998.

Mahasiswa sudah seharusnya saat ini untuk bangun dari koma. Para kaum mahasiswa seharusnya kembali mengkontrol pemerintah, mengkritisi pemerintah, mendukung pemerintah, dan apa bila perlu aksi mahasiswa turun aksi. Mahasiswa bukan kaum pasif, yang hanya bisa menonton dan menerima begitu saja.

AYO MAHASISWA KEMBALI KEJALUR KALIAN!!! BANGUN LAH KALIAN DARI KOMA YANG BERKEPANJANGAN!!!

Terbakar

Kasih, engkau begitu indah bagai kebun bunga dikaki gunung Himalaya.
Begitu eloknya engkau sehingga sedap untuk dipandang.
Tuhan mempertemukan kita dengan berbagai cara.
Dan engkau memutuskan dengan berbagai alasan.
Hidup ku kini bagai hutan dikhatulistiwa yang terbakar.
Terus terbakar dan tak kunjung padam.
Menunggu entah kapan datangnya hujan.
Dan berharap hujan itu akan datang.

Selasa, 16 Februari 2016

Berwirausaha Yuk!!



Hari ini saya akan menulis materi yang santai gak berat untuk dicerna otak. Kali ini saya akan mengajak kalian untuk berwirausaha. Pasti timbul pertanyaan-pertanyaan dari para pembaca, "kenapa kok saya tiba-tiba mengajak untuk berwirausaha?" Untuk pertanyaan itu saya akan menjabarkan alasan mengapa saya mengajak anda untuk berwirausaha.

  1. Yang pertama alasannya yaitu dengan menjadi pengusaha kita akan menentukan nasib kita sendiri. Kalau kita ingin cepat sukses sudah jelas kita harus ekstra keras bekerja untuk menggapai cita-cita tersebut. Tapi kalau kita santai ya sudah jelas penghasilan yang kita dapat akan sedikit pula.
  2. Pembuka atau penyedia lapangan kerja. Seorang wirausahawan bisa menyediakan lapangan kerja untuk masyarakat. Seperti kita tahu, lapangan kerja di Indonesia tidak sebanding dengan pencari kerja, namun tidak di pungkiri banyak lowongan yang tersedia namun pelamar tidak memenuhi kualifikasi yang di harapkan. Saya pernah membaca bahwa setiap tahun ada sekitar 200 ribu orang sarjana dan selalu bertambah. Namun mestinya seorang sarjana itu dimana memperoleh pendidikan yang lebih tinggi tidak berorientasi menjadi karyawan, namun bisa menjadi solusi dengan menyediakan lapangan pekerjaan minimal untuk dirinya sendiri. Para sarjana harus mencoba untuk merubah mindset dimana masih menjadi stereotip dimasyarakat semakin tinggi pendidikan, semakin berpeluang untuk bekerja di perusahaan besar dan di bayar tinggi.
  3. Pemutar gerak roda ekonomi. Dengan menjadi seorang wirausahawan, maka roda perekonomian akan terasa lebih bergerak. Seorang wirausahawan akan berusaha menciptakan produk atau jasa yang bisa di terima konsumen. Wirausahawan bisa menggaji karyawan yang membantunya. Karyawan tersebut kemudian mempunyai pendapatan untuk keluarganya, sehingga keluarganya bisa memiliki daya beli untuk memenuhi kebutuhannya.
  4. Pembayar pajak sebagai sumber pemasukan APBN/APBD. Wirausahawan juga mempunyai peran lain yaitu sebagai salah satu sumber pemasukan pemerintah baik pusat maupun daerah. Namun sayang Indonesia masih di kenal sebagai negara dengan biaya ekonomi tinggi, meskipun iklim wirausaha di Indonesia sudah cukup baik. Wirausahawan membayar berbagai macam pajak seperti pajak penjualan dll, sehingga jika pemerintah serius ingin meningkatkan penerimaan di sektor pajak, maka hendaknya mempermudah wirausahawan dalam menjalankan usahanya dan juga memihak pada mereka tidak semata-mata mereka yang mempunyai modal besar saja.
  5. Menjalankan peran sebagai fungsi sosial untuk memajukkan bangsa. Para wirausahawan dapat memajukkan bangsa melalui sumbangan-sumbangannya di berbagai bidang seperti pendidikan, budaya, kesehatan dan lain-lain. Saat ini banyak di kenal istilah social entreprenuer. Social entreprenuer atau wirausahawan sosial merupakan seseorang yang mempu mengidentifikasi problem sosial di sekitarnya seperti pendidikan, kesehatan, pengangguran dan lain-lain untuk kemudian melalui kemampuan kewirausahaannya membantu menyelesaikan permasalahan tersebut. Contohnya seorang social entreprenuer dari Bangladesh yang cukup mendunia adalah Muhammad Yunus, dimana melalui Grammen Bank yang di bukanya berhasil memberdayakan banyak orang dan membantu banyak orang keluar dari jerat kemiskinan terutama kalangan ibu. Indonesia membutuhkan banyak wirausahawan sosial sehingga bisa mengatasi masalah yang masih banyak terjadi di masyarakat.
Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga mengatakan, bahwa "jumlah pengusaha di Indonesia hanya sekitar 1,65 persen dari jumlah penduduk saat ini". Yang artinya terlalu sedikit para pengusaha yang ada di Indonesia, dan apabila pengusaha di Indonesia meningkat artinya perekonomian di Indonesia meningkat pula. Untuk yang terakhir saya akan mengajak kawan-kawan semua untuk BERWIRAUSAHA YUK!!

Generasi Emas

Kita Generasi Emas Indonesia
Yang akan merasakan 1 abad berdirinya Bumi Indonesia
Kita terlahir bukan untuk menikmati carut marut yang telah diciptakan oleh para generasi tua.
Namun kita dilahirkan untuk menciptakan Indonesia yang mampu bersaing dengan bangsa asing.
 Sudah seharusnya kita sebagai Generasi Emas untuk mengambil alih kekuasaan dari para generasi tua.
Maju lah Generasi Emas.
Buktikan pada dunia bahwa bumi Indonesia yang kita cintai ini bisa menggetarkan dunia lewat mata, tangan, kaki, dan badan kita

Kamis, 04 Februari 2016

Indonesia Harus Membantu Pattani Merdeka



Pattani merupakan salah satu provinsi di Thailand yang berada di selatan Thailand, yang mayoritas penduduknya adalah muslim. Pada awalnya, Pattani merupakan sebuah kerajaan Melayu Islam yang besar, mempunyai kesultanan dan perlembagaan yang tersendiri. Pattani adalah sebagian dari 'Tanah Melayu'. Namun pada pertengahan abad ke-19 Pattani telah menjadi korban penaklukan Kerajaan Siam dan didukung oleh Britania Raya sebagai bagian dari jajahan Siam walaupun tanpa mempertimbangkan keinginan penduduk asli Melayu Pattani.

Mayoritas penduduk Pattani adalah orang melayu dan beragama muslim. Dibawah pemerintahan Thailand yang mayoritas Budha para penduduk Pattani mendapatkan perlakuan diskriminatif. Birokrasi negara yang berorientasi Thai-Buddha mengisolasi mereka bukan hanya dalam proses politik tapi juga kultural, agar sesuai dengan kebutuhan integrasi nasional.

Upaya integrasi itu menimbulkan ketidakpuasan Melayu-Muslim. Identitas budaya mereka terancam. Mereka juga mengeluhkan marjinalisasi budaya, bahasa, dan ekonomi. Muncullah gerakan separatis untuk kemerdekaan Pattani.

Banyak para pelajar pelajar Pattani di Indonesia menuntut ilmu karena dinegaranya mereka tidak mendapatkan pendidikan yang layak, bahkan para pemuda disana dibunuh. Seharusnya kita sebagai negara yang besar dan negara yang mayoritas muslim turut prihatin atas perlakuan itu dan kita turut membantu Pattani untuk memisahkan diri dari Thailand.

Pelanggaran HAM diwilayah Thailand Selatan sangatlah luar biasa. Namun dunia (PBB) seolah olah buta akan hal itu. Bahkan media massa pula ikut tuli dengan kejadian ini. Coba kita bertanya kepada diri kita masing-masing "dimanakah keadilan itu berada?"

Pada momen ini seharusnya negara kita Indonesia mendukung Pattani untuk merdeka. Karena sesuai dengan bunyi pembukaan UUD 1945 yaitu
"bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan pri kemanusiaan dan pri keadilan".

Sudah jelas bunyi pembukaan UUD 1945 yang menjadi pedoman bangsa ini tertulis. Seharusnya itu sudah cukup menjadi alasan yang tepat mengapa Indonesia harus membantu Pattani untuk memisahkan diri dari Thailand